Sabtu, 19 November 2016

Life Mapping


Indonesia emas 2045 ??? Indonesia sendiri belum benar benar merdeka

Belakangan ini wacana Indonesia emas 2045 banyak dibicarakan dan beberapa program pemerintahan pun dijalankan. Sudah 71 tahun Indonesia merdeka dan tinggal 29 tahun lagi menuju 100 tahun merdekanya Indonesia. Tetapi program Indonesia 2045 yang dilakukan pemerintah Indonesia sendiri tidak memberikan kinerja yang pasti, nyatanya hanya depatermen pendidikan saja yang baru berjalan. Selain itu bagaimana Indonesia menuju masa keemasannya pada tahun 2045 kalau Indonesia sendiri belum benar benar merdeka. Pemerintahan Indonesia saat ini dipimpin oleh orang orang korup dan perusahan perusahaan asing juga menguasai ekonomi Indonesia. Bahkan penjajahan saat ini lebih parah dari tahun sebelum 1945 yang penjajahnya terlihat jelas, penjajahan yang kita hadapi saat ini tidak tampak dan yang paling parah penjajahnya adalah orang Indonesia sendiri yaitu para pejabat yang korup.
Partai pemerintah akan menggali dana dengan cara “siluman”
         Sedikitnya ada 2 latar belakang mengapa Partai punya mainstream menggali dana : 1Ketika memerlukan persiapan dalam hajat PEMILU lima tahunan, dan 2. Ketika sebuah Partai telah menjadi “Penguasa” Pemerintahan dan harus meng-goal-kan programnya.
Dalam setiap hajat Pesta Demokrasi – Pemilihan Umum (Pemilu), lima tahunan – setiap partai “pasti dan pasti” akan habis-habisan berupaya memenangkan perebutan ET (electoral threshold ), agar dominan dan punya hegemoni di Parlemen (Dewan Perwakilan Rakyat). Karena itu, bukan rahasia umum, karena “politik” nyaris identik dengan “membohongi rakyat”, maka “segala cara” akan ditempuh, termasuk untuk memenangkan suara (ET) tersebut.
           Kamu boleh percaya atau tidak, dalam situasi seperti ini, partai akan menjalin kerjasama (dalam kepentingan saling menguntungkan) merancang suatu stra tegi dan berbagai taktik, antara lain : a. kontrak politik dengan konglomerat hitam, dengan janji akan menyerahkan proyek strategis apabila partai akhirnya memenangkan kursi Pemerintah dan dominasi di DPR ;  b. kerjasama dengan Pemerintah asing (melalui intelijen, agen ekonomi atau bank asing), dengan kompensasi saling bekerjasama dalam bidang militer, teknologi, eko nomi dan perdagangan ; c. “menggarong” uang Negara melalui kerjasama dg Komisaris atau Direktur Utama Bank Swasta Nasional melalui program KLBI (Kredit Likuidasi Bank Indonesia) / BLBI (Bantuan Likuidasi Bank Indonesia) ; d. menipu rakyat dengan cara menghimpun dana cuma-cuma dari rakyat semesta melalui program abal-abal Yayasan Sosial Amal yg menjanjikan akan mengem balikan dana berlibat ganda kepada mereka yg mau menyetor sejumlah uang tertentu.
Bila sebuah partai tertentu telah menang dalam Pemerintah maupun Parlemen, biasanya terlebih dahulu menjalin kontrak politik dengan partai kuat lain di bawahnya, untuk diajak “kerjasama” dalam satu poros, aliansi atau fusi atau “apapun namanya”. Kerjasama ini tentu akan merancang program jangka pan jang bagaimana membagi kue kekayaan negara untuk mengisi kocek partai. Dan untuk itu tentu akan diberi tajuk program pembangunan atau program masal untuk rakyat. Ini adalah kamuflase yang disengaja.
 Partai bekerjasama dg negara asing ‘menjajah” rakyat sendiri

       Dua kekuatan yang masih “menjajah” secara politis negara-negara di dunia (ketiga) pasca perang dingin amerika-uni soviet adalah blok barat (amerika dan eropah) dan blok asia pacific (yg bakal didominasi kekuatan china, jepang dan korea). negara-negara kuat inilah yang selalu berusaha menjajah negara dan rakyat indonesia, terutama secara politis dan ekonomis.
          menjajah secara fisik ?  itu sudah kuno dan bertentangan dengan demokrasi dan hak asasi manusia – dua issue  yang laris “dijual” oleh negara-negara kuat itu untuk memprovokasi rakyat melalui partai-partai cecunguk mereka yang memerlukan dana untuk merebut kekuasaan di indonesia.
          dengan dalih dua issue tersebut negara kuat (terutama amerika dan china) melakukan lobby- lobby internasional melalui intelijen (agen rahasia), kamar dagang, militer, diplomasi, lembaga ekonomi atau kesehatan dunia, lembaga keuangan internasional, bank dunia, pemberdayaan perempuan atau pemuda, dan program social, seni serta budaya. lihatlah betapa gencarnya program budaya amerika, china dan korea melalui berbagai angle di atas membanjiri, membombardir dan memanja kan rakyat yang sedang mabuk dan terbuai – tak sadar kalau mereka dijajah.

          Mengapa Para Pemimpin Partai, Eksekutif, Legislatif hingga Yudikatif (Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung dan Mahkamah Konstitusi serta Komisi Yudisiil) itu mau beker jasama dengan kekuatan asing itu ? … jawabnya adalah : uang dan kekuasaan.
Pada kenyataannya sekarang ini di Indonesia masih terdapat orang orang termasuk pejabat negara dan pejabat partai politik yang melakukan korupsi, melakukan pungutan liar, sengaja memalsukan data, melakukan kebohongan publik dan banyak lagi tindakan yang kurang etis serta perilaku menyimpang lainnya. Pelakunya juga bervariasi tanpa memandang pangkat, jabatan, kedudukan, latar belakang pendidikan dan strata sosial.
Kenapa disebut koruptorsaurus? karena nampaknya lebih cocok diberi julukan itu. korupsi di indonesia dilakukan bukan oleh orang orang yang kalau tidak ikut korupsi bagaimana anak istri makan, tetapi dilakukan oleh orang orang yang rumahnya rata rata bagaikan istana, dengan garasi mobil mereka bagaikan “show room” mobil mewah, dengan kekayaan mereka rata rata diatas 10 miliar rupiah. Coba bayangkan bagi seorang pejabat Negara, berapa puluh tahun waktu yang diperlukan untuk menabung sampai mempunyai kekayaan sebesar itu.
 Secara kasat mata semua itu dilakukan oleh orang-orang yang cukup terhormat namun asosial dan tidak punya rasa malu. golongan semacam ini tanpa ragu berani melanggar hukum, adat kebiasaan dan tradisi. berbagai kasus membuktikan bahwa korupsi di indonesia terjadi bukan karena alasan kemiskinan si pelaku korupsi, akan tetapi karena yang bersangkutan tidak tahu malu dan serakah!
para pejabat negara baik dari eksekutif, yudikatif maupun legislatif yang diduga atau tersangka dengan bukti bukti yang sudah dibeberkan di media masa bahwa mereka diduga melakukan korupsi atau menerima suap, ketika mereka ditangkap kpk atau polisi, masih juga jengengesan tertawa dan bahkan bersikeras membantah melakukan korupsi atau menerima suap dengan berbagai alasan bahwa uangnya yang berjumlah miliaran atau mungkin triliunan di rekeningnya itu adalah hasil bisnislah atau hibahlah dan sering juga pejabat yang tertuduh mengatakan bahwa tudihan korupsi yang dialamatkan kepadanya itu hanya rekayasa politik untuk merusak namanya!
Setelah divonis dan dijatuhi penjara oleh Pengadilan karena terbukti bersalah melakukan koruspi atau terima suappun, begitu keluar dari ruang sidang pengadilan, mereka masih melambai-lambaikan tangan dan menebar senyum ke hadapan pers dan kamera Televisi, mungkin mereka merasa menang perkara karena hukuman yang mereka dapatkan ringan.
Sarang koruptorsaurus
Dari laporan KPK tertulis data orang-orang yang terjerat kasus korupsi:
40 anggota DPR-RI, 8 Mantan Menteri, Mengusut Deputi Gubernur BI dan 4 Deputi BI, 7 Gubernur, 6 Komisioner KPU, KY, dan KPPU, 3 Dubes, 2 konjen RI, 1 Mantan Kapolri, 4 Hakim Senior, 4 Jaksa Penuntut Umum, 2 Advokat, 50 pejabat negara eselon I dan II, 26 Bupati/walikota, 30 anggota DPRD, 40 pengusaha BUMN dan BUMD, dan yang lainnya... ini  merupakan bukti nyata negeri ini menjadi sarang koruptor...  
KPK masih tetap menjadi jadi tumpuan harapan.
Kita sangat berharap agar KPK dengan pemimpinnya yang baru dapat melakukan gebrakan yang sungguh sungguh pro penegakkan hukum dalam rangka memberantas tuntas Budaya KORUPSI dan membela keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
            Mengesampingkan fakta bahwa Indonesia sedang dijajah, alasan lain Indonesia emas 2045 tidak bisa tercapai terletak pada generasi muda Indonesia. Akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan oleh permasalahan krisis moral yang terjadi di kalangan generasi muda bangsanya. Semakin hari Permasalahan mengenai krisis moral ini sudah semakin memprihatinkan.maraknya kenakalan yang dilakukan oleh remaja yang masih duduk di bangku sekolah seperti mencontek, membolos,tauran, pergaulan bebas, dan berbagai prilaku menyimpang lainnya merupakan bukti bahwa moral generasi penerus bangsa ini sudah sangat rusak. Jika disebutkan secara terperinci tentang potret kerusakan moral yang terjadi pada generasi muda bangsa, mungkin tidak akan ada habisnya. Tetapi hal ini dapat kita rasakan secara nyata dampak yang ditimbulkan oleh kekerisisan moral yang terjadi pada saat ini.
            Meski saya tidak yakin Indonesia mencapai masa keemasannya pada tahun 2045, tetapi aku masih berharap itu bisa terjadi. Moga moga saja ada keajaiban besar terjadi di Indonesia sehingga Indonesia emas 2045 benar benar terwujud